Sumbawa Besar, InfoPublik - Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan Lembaga Kajian Program Masyarakat Sumbawa (LKPMS) menggelar Panen Raya Padi Organik yang bertemakan “Padi Organik untuk masa depan yang lebih sehat”. Kegiatan  yang diprakarsai oleh kelompok tani Uma Inel Desa Sebasang, Kecamatan Moyo Hulu, ini dilaksanakan pada hari Rabu (4/4).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sumbawa yang disambut dengan pemukulan rantok oleh warga desa Sebasang. Turut hadir Kapolres Sumbawa, Dandim 1607, Pimpinan OPD Kab. Sumbawa, Kepala Bulog Sumbawa, Kepala Bagian Humas Setda Sumbawa, Camat Moyo Hulu, serta mahasiswa Fakultas Pertanian Unsa Sumbawa Besar.

Bupati Sumbawa, H.M.Husni Djibril, B.Sc. dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemkab Sumbawa memberikan perhatian besar terhadap program pertanian. Dikatakan, Sumbawa telah meluncurkan program Gema Jipi yang telah berjalan dengan baik dan akan berkaitan erat dengan program pupuk organik.

Dengan program pupuk organik ini juga Daerah kita bisa meningkatkan prosuksi padi. Sebab Kabupaten Sumbawa tidak boleh kekurangan padi, mengingat Sumbawa merupakan daerah penyangga lumbung padi nasional, Jadi produksi padi kita harus tetap tersedia dalam jumlah besar dan kualitasnya terjaga.

Diungkapkan Bupati, bahwa upaya peningkatan produksi padi selama ini masih terkendala oleh rendahnya penerapan teknologi oleh para petani. Khusus dalam penggunaan pupuk, untuk bisa memproduksi padi secara optimal dengan luas lahan satu hektar maka petani membutuhkan minimal 200 kg pupuk urea (4 sak), 100 kg pupuk sp-36 (2 sak), dan pupuk NPK sebanyak 200 kg (4 sak).

Sementara jatah pupuk subsidi pemerintah hanya 100 kg pupuk urea (2 sak), dan 50 kg pupuk npk (1 sak). Dengan hadirnya program pupuk organic diharapkan bisa mengatasi kendala yang dihadapi saat ini.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa kebutuhan pupuk urea subsidi di Kabupaten Sumbawa berdasarkan permintaan petani melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani tahun 2017 adalah sebesar 58.000 ton. Sedangkan alokasinya berdasarkan SK. Kadis Pertanian dan perkebunan provinsi NTB hanya sebesar 26.000 ton.

Dalam kaitan tersebut untuk mengatasi kekurangan pupuk pada tanaman padi, kelompok tani “Uma Inel” desa sebasang sudah selangkah lebih maju, dimana sudah 4 tahun ini mereka telah menerapkan pupuk organik yang bahan bakunya diperoleh di sekitar lingkungan kelompok tani tersebut. Pada tahun 2017 lalu produksi padi kelompok tani “uma inil” lebih tinggi bisa mencapai 7 ton per hektar dibandingkan produksi petani sekitar yang tidak menggunakan pupuk organik yaitu hanya mencapai 5 ton per hektar.

Bupati kembali menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mencadangkan inovasi penggunaan pupuk organik pada tanaman padi sebagai pengganti pupuk urea, NPK dan pestisida. Sebab dengan semakin meningkatnya kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian pupuk anorganik (kimia) menjadikan pertanian organik banyak dipilih sebagai bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan sehingga mendorong meningkatnya permitaan pasar akan padi organik.

Dijelaskan pula bahwa banyak keuntungan yang diperoleh bagi petani yang menggunaan pertanian organik, yaitu mengembalikan kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan, hasil panen padi organik sebesar 5 hingga 7,5 ton per hektar, dibanding padi konvensional yang menggunakan pupuk kimia yaitu hanya 5 ton per hektar, meningkatkan pendapatan petani karena nilai jual yang tinggi, beras hasil padi organik mampu bertahan tidak mudah rusak atau basi selama 2 hari dan kesehatan terjamin bagi konsumen.

Disamping itu, lanjut Bupati bahwa keberlangsungan lahan pertanian melalui pengunaan pertanian organik dapat diwariskan pada generasi mendatang sebab memiliki kesuburan tanah yang telah pulih, tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim terutama curah hujan yang tinggi dan juga ketahanan terhadap serangan hama serta yang paling penting keluarga petani menjadi lebih sehat karena konsumsi bahan pangan yang bebas dari bahan kimia.

Bupati berharap pemanfaatan teknologi ini dapat disebarluaskan secara berkelompok sehingga produktifitas hasil pertanian di Tana Samawa dari tahun ke tahun semakin baik. Sementara kepada para mahasiswa bupati berharap bisa melakukan kajian atau analisis ilmiah untuk menunjang kemajuan opera petani di Kabupaten Sumbawa.

Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Tarunawan, SP, S.Sos. menyampaikan ketika berbicara tentang kelompok tani Uma Inel sebagai pelopor penanam padi organik tentu tidak lepas dari peran seorang H. Sahab. Karna kepeloporan dan keteguhan H. Sahab sebagai seorang inspirator hingga kegiatan panen raya padi yang sama sekali tidak lagi menggunakan pupuk anorganik atau pupuk bersubsidi dari pemerintah bisa dilaksanakan.

Melihat daya dukung alam Kabupaten Sumbawa, sesungguhnya Sumbawa tidak pernah terjadi kelangkaan pupuk, karna ada potensi pupuk yang tersebar dimana-mana, tetapi belum dimanfaatkan. Dijelaskan, satu ekor sapi sehari mengeluarkan kotoran 20 kilogram yang artinya 600 kilogram perbulan dan dalam setahun 7.200 kilogram.

Dengan jumlah tersebut bisa menghasilkan sekitar 4 ton pupuk dan cukup untuk kebutuhan 3 hektar lahan pertanian. Belum lagi dari kencing sapi yang dalam setahun bisa mencapai 336 liter yang bisa digunakan untuk pupuk semprot sekaligus untuk mencegah hama penyakit dan bisa mencukupi kebutuhan 20 hektar lahan. Populasi sapi Sumbawa yang mencapai lebih kurang 230 ribu ekor, merupakan potensi pendukung untuk bahan baku pembuatan pupuk organik. (ra/mckabsumbawa/Kus)