Sumbawa Besar, InfoPublik - Pembiayaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru Kabupaten Sumbawa dapat lampu hijau dari Kementerian Kesehatan RI, dan RSUD baru rencananya akan dibangun diatas lahan seluas 9 hektare di sekitar Balai Benih Sering Sumbawa tahun depan.
     
 Hal tersebut disampaikan Sekda Sumbawa Drs. H.Rasyidi di ruang kerjanya, Kamis (12/4), setelah sebelumnya bersama Kepala BPAKD H. Baharuddin, Tim Anggaran Pemkab Sumbawa, Direktur RSUD dr. Selvi, bertemu dengan pejabat Kemenkes di Jakarta terkait rencana dukungan anggaran dari Kemenkes untuk RSUD baru tersebut.

Dalam pertemuan membahas terkait hasil studi kelayakan rencana relokasi disesuaikan dengan Permenkes yang baru. Kemudian dilakukan pembedahan satu persatu terhadap poin-poin yang dipandang masih lemah yang nantinya akan disempurnakan oleh Pemkab.

“Mereka merekomendasikan apa yang harus dibenahi.  Alhamdulillah kita sambil melakukan penyempurnaan-penyempurnaan, kemudian sambil menunggu DED-nya selesai. Karena tahun ini kita anggarkan DED untuk kita bawa lagi ke sana nantinya,” kata Sekda.

Menurut Sekda, Tim dari Kemenkes sudah turun ke Sumbawa dan melihat langsung kondisi rumah sakit yang ada saat inii dinilai sudah tidak layak lagi. Kemudian mendiskusikan keseriusannya, sehingga mengundang Pemda untuk datang ke Kemenkes. 

Karena dengan datangnya pihak Pemkab bersama tim teknis, maka pemerintah pusat dapat memahami apa yang dibutuhkan terkait rencana relokasi rumah sakit setempat.

Melihat kesungguhan Pemkab Sumbawa, pemerintah pusat pun sudah memberikan lampu hijau terkait anggaran. Dimana pusat berjanji akan memperjuangkan anggaran melalui APBN. Dalam kunjungan dimaksud Tim Pemkab Sumbawa diterima langsung oleh Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI.

“Mereka berterima kasih, kita berkunjung ke sana. Direkturnya luar biasa menerima kami, terlebih ia dulu juga pernah menjabat di Sumbawa sebagai KUPT Puskesmas Lunyuk dan ingin sekali membantu Sumbawa. Hanya saja Pemkab perlu siapkan berapapun dana untuk memulai. Bahkan tahun 2019 kita juga dijanjikan akan dibangun beberapa Puskesmas,” terangnya.

Untuk Pemkab sendiri, anggaran yang akan disediakan sebagai dana pendamping minimal mendekati Rp100 miliar. Dimana rencana lokasi rumah sakit di Balai Benih Utama (BBU) Sering  dengan luas tanah 9 hektare. Pemda berharap target pembangunan fisik RSUD nantinya dimulai tahun 2019. “Harapan kami, di kepemimpinan Husni Mo bisa terbangun,” katanya.

Rencana relokasi ini, sudah disuarakan sejak lama. Tetapi saat itu tidak pernah dikunjungi pemerintah pusat. Tetapi sekarang, setelah beberapa tahun usaha yang dilakukan tim dari pusat datang dengan tim lengkap berkunjung.

Selain melakukan pengecekan juga berdiskusi dengan pemda. Kemudian pemda diundang dan berdiskusi kembali terkait dengan peraturan terbaru.

“Artinya kita sudah terbayang, harapan itu sudah mulai terbuka. Tinggal sekarang bagaimana daerah menseriusi itu dengan mengalokasikan anggaran sesuai kemampuan daerah. Setelah itu kita dorong mereka untuk bisa membantu,” kata Sekda Rasyidi. (ra/mckabsumbawa/toeb)