Jakarta, InfoPublik – Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi menyatakan komitmennya untuk merencanakan dan mendorong hilirisasi hasil invensi dan inovasi lembaga litbang atau perguruan tinggi untuk dimanfaatkan oleh BUMN.

“Hari ini, kita mencoba hasil inovasi yang dilakukan oleh peneliti bisa bermanfaat oleh industri,” kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian BUMN, Kementerian PAN & RB,  dan Kemenristekdikti di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin (16/4).

Disebutkan, sebelum dilakukan MoU ini sudah ada beberapa hasil inovasi yang dimanfaatkan, salah satu di antaranya adalah garam farmasi oleh Kimia Farma. “Ke depan, kami ingin semakin banyak hasil penelitian yang dimanfaatkan oleh BUMN,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata dia, dengan adanya kerja sama dengan Kementerian BUMN, nanti juga diharapkan bagaimana bisa memberikan informasi kebutuhan riset ke depan itu karena Kemenristekdikti yang melakukan riset.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Menteri PAN & RB Asman Abnur, dan Menristekdikti Mohammad Nasir melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU menuju pemerintahan berkelas dunia dan juga hilirisasi hasil riset.