Surabaya, InfoPublik – Maraknya beredar informasi paslu atau hoax melalui media sosial (medsos) masih menjadi atensi serius pihak kepolisian. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengimbau pada mahasiswa untuk menjadi generasi anti hoax dan tidak asal share atau membagikan informasi yang belum tentu benar ke medsos.

“Informasi hoax selalu mengandung unsur provokasi, penghasutan, dan penghinaan. Untuk itu, kami mengajak dan berharap kepada para mahasiswa untuk memberikan pesan damai untuk Indonesia dan Kita Indonesia Kita Anti Hoax,” jelas Kombes Rudi saat kegiatan seminar di Universitas Dr Soetomo Surabaya, Senin (16/4).

Ia meminta pada kalangan mahasiswa saat menerima informasi yang belum pasti dan belum tentu benar, hendaknya lakukan verifikasi terlebih dahulu kebenaran info tersebut. “Verifikasi dulu informasi sebelum menge-share ke medsos,” imbaunya.

Menurutnya, perkembangan informasi saat ini begitu cepat dan pesat melalui teknologi digital atau dunia maya. “Betapa pentingnya informasi sesuai kata Alvin Toffler, siapa yang menguasai Informasi maka akan menguasai dunia,” ungkapnya.

Pengamanan yang dilakukan polisi saat ini, kata dia, tidak hanya pengamanan lansgung namun juga pengawasan di dunia maya dengan memantau perkembangan medsos. Ia mencontohkan, kepolisian mendeteksi bahwa ada perusahaan yang bergerak di bidang penjualan informasi seperti contoh kasus Saracen.

Anggota DPR RI Komisi I Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aris Saputra menjelaskan, saat ini generasi milenial tidak dapat dilepaskan dari teknologi, sistem informasi dan medsos. 

“Perang yang sangat efisien untuk menghancurkan suatu negara adalah melalui informasi. Perkembangan Iptek juga menimbulkan arus Informasi lebih cepat, masyarakat lebih kompetitif, hingga tumbuhnya sikap individualisme,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dampak negatif teknologi informasi yakni pornografi, radikalisme, terorisme, hoax, penipuan dan adu domba, SARA. Serupa dengan penyampaian Kapolrestabes, terkiat informasi hoax, ia juga menegaskan jika info hoax mengandung unsur kebencian. 

“Generasi milenial harus peka terhadap informasi yaitu saring sebelum di share (bagikan). Sajikan fakta dan kebenaran untuk tangkal hoax,” katanya. (MC Diskominfo Prov Jatim/non-afr/toeb)