Situasi COVID-19 di Indonesia, Kasus Konfirmasi Meningkat

: Ilustrasi tes COVID-19. Foto: Dok Kemenkes


Oleh Putri, Rabu, 22 Mei 2024 | 21:47 WIB - Redaktur: Untung S - 7K


Jakarta, InfoPublik - Hingga Mei 2024, kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan pada minggu ke-18 pada 2024 sebesar 11,76 persen apabila dibandingkan minggu sebelumnya.

Merujuk data GISAID Indonesia 2024, saat ini sebagian besar kasus masih didominasi varian JN.1.

Meski terjadi peningkatan kasus COVID, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril pada Rabu (22/5/2024) menekankan hal itu tidak diikuti dengan peningkatan angka rawat inap (hospitalisasi) dan kematian.

Berdasarkan data Laporan Mingguan Nasional COVID-19 Kemenkes RI periode 12-18 Mei 2024 mencatat, terdapat 19 kasus konfirmasi, 44 kasus rawat ICU, dan 153 kasus rawat isolasi.

Tren positivity rate mingguan di angka 0,65 persen dan nol kematian. Tren orang yang dites per minggu mencapai 2.474 orang.

Belajar dari lonjakan kasus saat pandemi, Indonesia telah memiliki strategi dalam penanggulangan COVID-19, yaitu mengintensifkan kapasitas mencakup manajemen klinis, surveilans, imunisasi, promosi kesehatan dan sebagainya.

“Upaya yang telah disiapkan adalah rumah sakit sudah memiliki peringatan dini dalam konversi tempat tidur, adanya tenaga cadangan, kesiapan perbekalan kesehatan seperti oksigen, obat-obatan serta vaksinasi, terutama bagi kelompok berisiko,” kata Syahril.

Lanjutnya, Kemenkes terus memantau pola penyebaran penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) termasuk COVID-19.

Saat ini, sudah terbentuk jejaring pada lebih 15.000 fasilitas kesehatan, laboratorium, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di seluruh Indonesia untuk memantau penyebaran penyakit potensial tersebut.

Selain itu, Syahril mengatakan integrasi surveilans influenza dan COVID-19 sudah dilakukan sesuai dengan rekomendasi global. Seluruh RS di Indonesia sudah siap jika memang ada potensi peningkatan kasus.

“Ini terus kami pantau melalui laporan Bed Occupation Rate (BOR) ruang isolasi dan/atau ICU, baik itu secara harian/mingguan," kata Syahril.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 17:10 WIB
Kemenkes Komitmen dalam Peningkatan Layanan Bedah Saraf
  • Oleh Putri
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 15:29 WIB
Wamenkes RI Tekankan Obat Harus sampai ke Daerah Terpencil
  • Oleh Putri
  • Selasa, 11 Juni 2024 | 21:24 WIB
KKHI Makkah Fasilitasi Jemaah Sakit Jalani Safari Wukuf