Menko PMK Dorong Anak Muda Terus Optimistis, Asah Kreativitas, dan Jaga Etika di Era Digital

: Menko PMK Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pada acara “Gathering Gen Digital Revolusi Mental 2024”/Foto: Kemenko PMK


Oleh Putri, Kamis, 23 Mei 2024 | 15:41 WIB - Redaktur: Untung S - 129


Jakarta, InfoPublik - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong anak muda untuk terus optimistis memandang masa depan, dan senantiasa mengasah kreativitas dengan tetap menjaga etika di era digital.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara “Gathering Gen Digital Revolusi Mental 2024” dengan tema “Berbagi Hal Baik Untuk Indonesia Lebih Baik” yang diselenggarakan atas hasil kerja sama antara Kemenko PMK dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Solo Bersimfoni di Lokananta Surakarta, pada Rabu (22/5/2024).

“Netizen Indonesia terkenal sadis tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga sampai seluruh dunia. Ada yang perlu dibenahi dalam cara kita bermedia sosial,” kata Menko Muhadjir seperti yang dikutip InfoPublik Kamis (23/5/2024).

Muhadjir menekankan sudah saatnya teknologi dan media sosial harus digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif dan kreatif. Revolusi Mental jangan sekedar menjadi sebuah program, melainkan harus menjadi gerakan masif yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Gen Digital Revolusi Mental diketahui merupakan wadah bertemunya para local champion, educator/influencer, dan generasi muda penggiat media di daerah yang mewakili lima aksi nyata dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Gen Digital Revolusi Mental adalah mereka yang terlibat aktif mempublikasi konten di media sosial untuk berbagi praktik baik, mengamplifikasi, menstimulasi, serta memperluas gerakan aksi bagi masyarakat luas.

Dalam sesi gelar wicara, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyampaikan ujaran kebencian sudah selayaknya untuk dilawan. Selain itu, pentingnya anak muda beradaptasi secara positif dengan teknologi seperti media sosial bahkan artificial intellegence.

“Hate speech perlu dilawan dengan tetap berbuat baik dan berkarya. Saya pernah mengalami ujaran kebencian ketika Pemerintah Kota turut merayakan hari raya Natal, nyatanya kegiatan tersebut membawa berkah bagi pedagang asongan, tukang tenda, hotel, UMKM," kata Gibran.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Selasa, 18 Juni 2024 | 22:40 WIB
Bergunanya Diagnosis Penyakit Jantung dengan Stetoskop
  • Oleh Putri
  • Selasa, 18 Juni 2024 | 18:17 WIB
Kematian akibat DBD Mengalami Penurunan pada 2024
  • Oleh Putri
  • Selasa, 18 Juni 2024 | 18:16 WIB
Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau
  • Oleh Putri
  • Senin, 17 Juni 2024 | 09:16 WIB
TKHK Terus Memantau Kesehatan selama Puncak Haji
  • Oleh Putri
  • Minggu, 16 Juni 2024 | 20:35 WIB
Menko PMK: Pesantren Bukan Pendidikan Kelas Dua