Kominfo Gercep Kolaborasi Lintas KL Berantas Judi Online

: Menkominfo Budi Arie Setiadi (Humas Kominfo)


Oleh Wahyu Sudoyo, Jumat, 24 Mei 2024 | 14:16 WIB - Redaktur: Untung S - 218


Jakarta, InfoPublik – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bergerak cepat melakukan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga (KL) dalam memberantas judi online, yang situasinya dinilai semakin memprihatinkan dan dalam kondisi darurat karena telah banyak menimbulkan banyak kasus utang, bahkan korban jiwa dari masyarakat.

"Ada banyak kasus akibat terlilit utang judi online. Tentu kita prihatin dan turut berduka atas kejadian tersebut. Untuk itu, kita harus gercep, gerak cepat," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam Konferensi Pers Judi Online yang berlangsung secara daring dari Jakarta, pada Jumat (24/5/2024). 

Budi Arie menegaskan, pemerintah telah memberikan perhatian pada pemberantasan judi online dengan membentuk satuan tugas pemberantasan judi online

Pembentukan Satgas Judi Online diinisiasi Presiden Joko Widodo yang menaruh perhatian serius pada penanganan kasus yang melibatkan pelaku lintas negara itu.

"Isu itu juga menjadi perhatian serius Bapak Presiden. Sehingga, Rabu 22 Mei 2024 lalu, beliau kembali memimpin Rapat Internal Kabinet untuk membahas perkembangan pemberantasan judi online," ungkapnya.

Rapat kabinet itu langsung ditindaklanjuti dengan menerapkan langkah-langkah konkret, taktis, dan strategis. 

Dalam hal ini Kementerian Kominfo berkomitmen untuk menempuh segala daya dalam upaya pemberantasan judi online dengan dukungan dari tokoh dan seluruh komponen masyarakat.

"Hal ini juga memerlukan dukungan rekan-rekan media sekalian, untuk turut mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung langkah-langkah ini," kata Menkominfo. 

Untung mendukung upaya pemberantasan konten judi online, Kementerian Kominfo mengajak semua pihak untuk meningkatkan edukasi dan literasi kepada masyarakat luas. 

"Saya meyakini bahwa edukasi dan literasi kepada masyarakat luas sangat krusial dilakukan, berbarengan dengan penanganan konten judi online," tutur dia.

Lebih lanjut Budi Arie mengatakan, sejak 17 Juli 2023 hingga 22 Mei 2024, Kementerian Kominfo telah memutus akses  akses 1.918.520 konten bermuatan judi online.

Pemutusan akses juga dilakukan terhadap 18.877 sisipan laman judi dalam situs pendidikan, dan 22.714 sisipan laman judi pada situs pemerintahan sejak tahun 2023 hingga 22 Mei 2024. 

“Kementerian Kominfo juga telah mengajukan penutupan 555 akun e-wallet terkait judi online kepada Bank Indonesia selama periode 5 Oktober 2023 hingga 22 Mei 2024. Bahkan, Kementerian Kominfo mengajukan pemblokiran 5.364 rekening bank terkait judi online kepada Otoritas Jasa Keuangan sejak 17 September 2023 hingga 22 Mei 2024,” tandas Menkominfo.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 18:23 WIB
Begini Peran Kominfo dalam Satgas Pemberantasan Judi Online
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 22:36 WIB
Literasi Digital Kominfo Jangkau Lebih dari 24 Juta Orang sejak 2017
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Kamis, 13 Juni 2024 | 22:36 WIB
Kominfo Fokus Tangani Konten Negatif di Ruang Digital sejak Juli 2023