Dukung Perjuangan Palestina, Badan POM ke Amman Beri Pelatihan Pengawas Obat dan Makanan

: Foto: Badan POM


Oleh Putri, Sabtu, 25 Mei 2024 | 00:22 WIB - Redaktur: Untung S - 193


Jakarta, InfoPublik - Dukungan pemerintah Indonesia terhadap Palestina terus dilakukan tanpa henti. Selain advokasi di forum internasional dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, dukungan teknis di bidang kesehatan juga sangat dibutuhkan.

Di tengah konflik yang semakin memanas, Badan Pengawasab Obat dan Makanan (BP POM) RI terbang ke Amman, Yordania untuk memberikan pelatihan pengawasan obat dan makanan kepada perwakilan Kementerian Kesehatan Palestina.

Pelatihan di Amman, Yordania dipilih dengan mempertimbangkan situasi keamanan Palestina. Sebanyak 15 peserta menempuh perjalanan darat dari kota Ramallah di Palestina melintasi perbatasan Allenby Bridge dan King Hussein Bridge Border.

Peningkatan kapasitas bagi regulator Palestina itu sangat penting untuk memastikan pasokan obat dan makanan yang masuk ke Palestina tetap aman dan berkualitas.

Plt. Kepala BPOM RI L. Rizka Andalucia menegaskan kembali janji Indonesia yang berkelanjutan dan teguh untuk mendukung perjuangan Palestina, khususnya di masa-masa sulit ini.

"Saya ingin menekankan dukungan teguh Food and Drug Admjnistration (FDA) Indonesia terhadap peningkatan kapasitas Kementerian Kesehatan Negara Palestina, khususnya dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan pada masa kritis ini,” kata Rizka seperti yang dikutip InfoPublik Jumat (24/5/2024).

Dukungan teknis ini sebagai upaya konkret untuk membantu Palestina dalam menghadapi tantangan kesehatan dan keamanan pangan akibat konflik berkepanjangan. Di tengah banyaknya bantuan kemanusiaan ke Palestina, tentu butuh pengawasan yang kuat.

Hal ini sekaligus bertujuan meminimalkan risiko obat palsu atau makanan yang tidak layak konsumsi. Lebih lanjut, Rizka menyebut urgensi otoritas pengawasan obat dan makanan yang kuat bagi negara manapun untuk menjaga kesehatan rakyatnya.

“Kami di BPOM siap bermitra dengan Pemerintah Palestina dalam membangun badan pengawas yang kuat dan independen,” lanjutnya.

Direktur Registrasi Obat, Kementerian Kesehatan Palestina Mustofa Alnadi mengungkapkan rasa terimakasih atas dukungan Indonesia dalam pengawasan obat dan makanan yang independen bagi Palestina.

Di sela-sela pelatihan Mustofa menceritakan kondisi sulit Palestina saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengawasan obat dan makanan yang beredar di Palestina.

Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina Ade Padmo Sarwono menyampaikan rasa terima kasihnya atas upaya nyata BPOM membantu Palestina.

“Saya berharap dengan adanya program ini, rekan-rekan saya di BPOM dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaiknya, untuk membantu memperkuat dan secara konkrit mendukung FDA Palestina,” kata Ade.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Minggu, 16 Juni 2024 | 20:35 WIB
Menko PMK: Pesantren Bukan Pendidikan Kelas Dua
  • Oleh Putri
  • Sabtu, 15 Juni 2024 | 12:58 WIB
Pengurusan STR Named dan Nakes tidak Dipungut Biaya