Misi Penurunan Stunting, Tim Pusat Turun Gunung Berikan Pendampingan ke Daerah

: Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden Suprayoga Hadi/Foto: Tangkapan Layar Youtube FMB9


Oleh Putri, Rabu, 29 Mei 2024 | 20:50 WIB - Redaktur: Untung S - 143


Jakarta, InfoPublik - Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Suprayoga Hadi peran penting ujung tombak ada di tingkat daerah, yaitu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dalam mencapai target nasional.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang mengangkat tema 'Tantangan Kejar Stunting Turun Jadi 14 Persen' pada Rabu (29/5/2024).

“Ujung tombak di tingkat daerah inilah yang menjadi kunci keberhasilan program penurunan stunting. Kita harus memastikan komitmen dan keseriusan semua pihak di daerah untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” kata Suprayoga. 

Lanjutnya, pihaknya telah melakukan pendampingan intensif kepada daerah-daerah dengan angka stunting tinggi. Dalam dua tahun terakhir, Setwapres telah mendampingi 14 provinsi, dengan memfokuskan perhatian pada tujuh provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

Tidak hanya itu saja, pada rapat evaluasi tim percepatan penurunan stunting, pihaknya juga mengundang lima Gubernur dengan jumlah kasus terbesar yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Sumatra Utara.

Pendampingan itu tidak hanya fokus pada koordinasi dan monitoring, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan keahlian.

Tim Setwapres membantu pemerintah daerah dalam menyusun strategi yang efektif, mengoptimalkan penggunaan anggaran, dan meningkatkan kualitas program stunting di daerah.

Suprayoga pun menilai pada beberapa kasus program pendampingan tersebut terbukti dapat mempercepat penurunan angka prevalensi stunting di daerah yang bersangkutan.

“Alhamdulillah, ada beberapa daerah yang mengalami penurunan stunting yang signifikan setelah pendampingan dari pemerintah pusat. Namun, ada juga yang masih tetap dan sebagainya,” kata Suprayoga.

Tim percepatan penurunan stunting pun secara rutin memantau perkembangan program itu. Hampir setiap bulan, rapat evaluasi digelar untuk memetakan strategi dan mengukur efektivitasnya.

'Intervensi Serentak’ Dorong Penurunan Stunting

Dalam waktu dekat, Suprayoga menyebutkan tim ini akan meluncurkan program intervensi serentak pencegahan stunting di seluruh provinsi.

"Intervensi serentak ini akan melibatkan semua pihak terkait, baik pemerintah pusat, daerah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, maupun masyarakat luas," kata Suprayoga.

Koordinasi dan evaluasi menjadi kunci dalam pelaksanaan intervensi serentak ini. Sebelum program ini dijalankan, tim percepatan turunan stunting akan melakukan penghitungan ulang angka stunting.

Hal ini dilakukan untuk memastikan akurasi data dan mengukur keefektifan program yang akan dijalankan.

"Kita mencoba menghitung ulang angka yang terakhir keluar ya 21,5 supaya angka yang kira-kira naik ke depannya seperti apa," kata Suprayoga.

Pertempuran melawan stunting bukan hanya tugas pemerintah. Butuh komitmen dan kerja sama semua pihak untuk mencapai kemenangan.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Jumat, 14 Juni 2024 | 21:28 WIB
Sebanyak 1.531 Pasien Jemaah Haji Menjalani Rawat Jalan
  • Oleh Putri
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 17:10 WIB
Kemenkes Komitmen dalam Peningkatan Layanan Bedah Saraf
  • Oleh Putri
  • Rabu, 12 Juni 2024 | 15:29 WIB
Wamenkes RI Tekankan Obat Harus sampai ke Daerah Terpencil