Kemenpora Tekankan Tiga Karakter Pemuda: Patriotik, Gigih, dan Berempati
Peserta Wirasena Youth Camp 2026. (Foto: Humas Kemenpora)
Peserta Wirasena Youth Camp 2026. (Foto: Humas Kemenpora)
0Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendorong generasi muda Indonesia mengembangkan tiga karakter utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati, sebagai bekal untuk menjadi pelopor perubahan dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Hendro Wicaksono, mengatakan Wirasena Youth Camp 2026 tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang pembelajaran untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan semangat kolaborasi antarpemuda.
Menurut Hendro, pemuda memiliki posisi strategis dalam pembangunan karena kreativitas, energi, dan keberanian mereka dalam menghadirkan perubahan. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi karakter yang kuat serta kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.
Ada tiga karakter yang menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut. Pertama, patriotik, yakni menempatkan kepentingan bangsa dan masyarakat sebagai bagian penting dari pengabdian. Kedua, gigih, yaitu tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Ketiga, berempati, yakni kemampuan memahami kondisi, kebutuhan, dan kesulitan orang lain.
Ketiga karakter tersebut diharapkan mendorong peserta menjadi teladan, pelopor, sekaligus penggerak perubahan di daerah masing-masing.
“Jadilah pemuda Indonesia yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam setiap tindakan,” ujar Hendro dalam keterangan yang diterima InfoPublik pada Rabu (28/10/2026).
Pemuda didorong menghadirkan solusi di daerah
Selain penguatan karakter, Kemenpora mendorong peserta Wirasena Youth Camp 2026 untuk percaya pada kemampuan diri dan berani mengembangkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tsamara mengingatkan bahwa kontribusi pemuda tidak harus dimulai dari langkah besar. Inisiatif sederhana yang menjawab kebutuhan masyarakat dapat menjadi awal perubahan apabila dijalankan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak.
Pemerintah juga diharapkan membuka ruang kolaborasi agar gagasan dan persoalan yang dihadapi generasi muda dapat dibahas bersama, kemudian dikembangkan menjadi solusi yang dapat diterapkan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman selama berada di Jakarta, tetapi juga membawa pulang pengetahuan dan jejaring untuk mendukung pembangunan di daerah asal.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menyatakan Jakarta dapat menjadi ruang belajar bagi pemuda untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mengembangkan inovasi.
“Jakarta adalah kota kolaborasi, kota yang penuh keberagaman, dan rumah bagi semua generasi muda yang ingin terus tumbuh, bersemangat, berkarya, serta memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Ali berharap pengalaman selama mengikuti kegiatan dapat diterapkan peserta melalui berbagai inisiatif positif di daerah masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diperingati setiap 28 Oktober, tetapi perlu diwujudkan melalui persatuan, kreativitas, dan keberanian menciptakan perubahan.
“Jadilah generasi muda yang tidak hanya menyaksikan perubahan, tetapi juga berani mengambil bagian dalam menciptakannya,” katanya.
Wirasena Youth Camp 2026 diharapkan menjadi ruang pengembangan potensi generasi muda untuk membangun kolaborasi lintas daerah dan memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional. Hasil kegiatan diharapkan terlihat melalui gagasan, inisiatif, dan aksi nyata yang dijalankan peserta setelah kembali ke daerah masing-masing.
.
© Copyright 2026, All Rights Reserved