RT Mandiri Madu Kelulut di Sungai Besar Berikan Banyak Manfaat bagi Warga

: RT Mandiri Madu Kelulut di Sungai Besar Berikan Banyak Manfaat bagi Warga -Foto:Mc.Banjarbaru


Oleh MC KOTA BANJARBARU, Minggu, 19 Mei 2024 | 10:15 WIB - Redaktur: Eka Yonavilbia - 107


Banjarbaru, InfoPublik - Program RT Mandiri yang dijalankan di era Pemerintahan Wali kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, kini banyak dirasakan manfaatnya oleh warga, salah satunya Kelompok Masyarakat (Pokmas) Madu Kelulut Berkat Bersatu.

Ketua Pokmas Madu Kelulut Berkat Bersatu, Ahmad Nur Kholis, mengatakan berkat program RT Mandiri, ia bersama warga lainnya bisa mengembangkan budidaya kelulut ini secara masif.

“Ini program mulai kami terima itu kan juli di tahun 2023, nah sekarang (Mei 2024) ini baru masuk semester ke-2, jadi udah proses panen, sebetulnya 3 bulan sekali (panen), cuman kita bagi biar bisa panen satu bulan sekali, jadi kita taruhlah itu ada 60 koloni, dibagi 20, jadi tiap bulan panen 20 koloni,” katanya saat tim Media Center Banjarbaru menyambangi Pokmas Madu Kelulut Berkat Bersatu di RT 49 Kelurahan Sungai Besar, Jumat (17/05/2024).

Lebih lanjut, Nur Kholis menceritakan awal mula dirinya bersama warga mengembangkan usaha madu kelulut.

“Ketika itu kan hunian baru kami pindah kemari itu masih hutan, nah ternyata di dalam pondasi rumah-rumah di perumahan ini banyak sekali kelulut, nah di situ kami berpikir kalau itu bisa menjadi potensi lokal yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Nur Kholis juga mengatakan manfaat madu kelulut itu luar biasa, karena dalam penelitian yang di publish sama pihak Singapura medis itu, gugusan gulanya itu gugusan gula trehalosa, yang bisa menstabilkan kadar gula.

“Selain itu, madu kelulut anti kanker, punya anti mikroba, antioksidan, terus anti inflamatory dan punya nutrisi yang kompleks,” tuturnya.

Kemudian, ia mengatakan pembeli madu kelulut dari kolega tetangga yang punya masalah dengan kesehatan.

“Awalnya,kami pasarkan di Shopee juga, Lazada juga, nah ternyata kami kekurangan kuota madu gitu, jadi harus inden,” imbuhnya.

Hingga sekarang, rata-rata perolehan omset per bulan dari madu kelulut sebesarRp 2 sampai 3 juta.

“Kami mengharapkan support banyak-banyak dukungan dari Pemko Banjarbaru,agar Pemko itu memperhatikan persoalan karhutla, sampah, karena indikator pencemaran itu bisa dilihat dari populasi kelulut itu,” tambahnya. (Orz/Yds/Adi/MedCenBJB/Eyv)

 

Berita Terkait Lainnya