Potensi Longsor dan Banjir di Jabar, Ini Wilayah Paling Rawan Menurut BMKG

:


Oleh MC PROV JAWA BARAT, Selasa, 28 Januari 2025 | 12:03 WIB - Redaktur: Tri Antoro - 484


Bandung, InfoPublik - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat Jawa Barat (Jabar) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 26-30 Januari 2025.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak terkait untuk bersiaga menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Ia juga mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas di kawasan rawan longsor, terutama saat hujan deras.

“Masyarakat diminta tidak melakukan penggalian di lereng rawan longsor. Dalam kondisi tidak hujan, pastikan drainase di sekitar lereng berfungsi optimal,” ujar Dwikorita melalui keterangan pers yang diterima pada Senin (27/1/2025).

BMKG juga meminta warga mengenali tanda-tanda awal tanah longsor, seperti rembesan air, retakan tanah, pohon miring, hingga jendela dan pintu rumah yang sulit dibuka. Jika tanda-tanda tersebut muncul, warga diimbau menjauhi lokasi dan segera melapor ke aparat berwenang untuk tindakan pengamanan.

BMKG mencatat, potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain dominasi Angin Monsun Asia, dampak La Niña lemah yang meningkatkan curah hujan, dan dinamika atmosfer yang mendukung intensitas hujan sedang hingga sangat lebat.

Selama periode 26-30 Januari 2025, diprediksi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Jawa Barat. Banjir dan longsor diperkirakan terjadi di beberapa daerah, terutama di wilayah rawan bencana.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), berikut wilayah rawan longsor di Jawa Barat:

Skala Menengah:

  • Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Sumedang, Subang, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Skala Tinggi:

  • Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Sumedang, Subang, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Dwikorita mengingatkan pentingnya langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana, di antaranya:

  1. Edukasi masyarakat tentang tanda-tanda awal longsor dan banjir.
  2. Pengecekan drainase di sekitar area rawan longsor.
  3. Koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan logistik dan peralatan darurat.
  4. Pengawasan aktif oleh pemerintah daerah di kawasan rawan bencana.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca terkini melalui situs web resmi BMKG, aplikasi, atau media sosial.

BMKG berkomitmen memperbarui prakiraan cuaca secara berkala berdasarkan dinamika atmosfer terbaru. Informasi ini diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat dan pemerintah untuk mengambil langkah antisipasi yang tepat.

“Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan dan mencegah dampak buruk dari cuaca ekstrem ini. Ikuti informasi resmi BMKG dan tetap waspada,” tutup Dwikorita.

Dengan sinergi semua pihak, Jawa Barat diharapkan mampu menghadapi potensi bencana dengan lebih siap dan meminimalkan dampaknya bagi masyarakat.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC PROV GORONTALO
  • Minggu, 16 Maret 2025 | 05:32 WIB
Tuntaskan Banjir, Pemprov Gorontalo Siap Kolaborasi
  • Oleh Eko Budiono
  • Kamis, 13 Maret 2025 | 13:43 WIB
Gubernur Jabar Komitmen Banjir 2025 Jadi yang Terakhir
  • Oleh MC KOTA PALANGKA RAYA
  • Selasa, 11 Maret 2025 | 06:50 WIB
BPBD Palangka Raya Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem
  • Oleh Eko Budiono
  • Minggu, 9 Maret 2025 | 12:52 WIB
Kemensos Salurkan Logistik untuk Korban Banjir di Bandung