Program SFV KKP Sukses Tingkatkan Realisasi PNBP Layanan Perikanan

:


Oleh Baheramsyah, Rabu, 19 Juli 2023 | 16:54 WIB - Redaktur: Untung S - 436


Jakarta, InfoPublik – Program Smart Fisheris Village (SFV) Kementerian Kelautan dan Perikanan di raih Provinsi Bali berhasil meningkatkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) layanan perikanan.

Realisasi PNBP tersebut hingga akhir tahun berpotensi naik sampai dua kali lipat.

"Kalau kita bandingkan, pada Semester I SFV di Gondol sudah mampu mencapai target PNBP sebesar 82 persen sebesar Rp408 juta. Artinya, potensi PNBP bisa mencapai dua kali lipat di akhir tahun. Saya sangat mengapresiasi UPT-UPT BPPSDM yang mampu mengoptimalkan asetnya secara utuh dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi KKP, Rabu (19/7/2023).

Nyoman menjelaskan, program SFV di Gondol dijalankan oleh Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP), yang merupakan unit pelaksana teknis BPPSDM KP yang fokus pada pengembangan budidaya laut khususnya komoditas kakap putih, bandeng, kerapu, kepiting dan rajungan serta udang vanamei.

Program SFV berbasis UPT ini bertujuan mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki balai seperti peralatan produksi ataupun lahan untuk mendongkrak produktivitas sektor kelautan dan perikanan di wilayah kerja. Di Gondol, aset balai yang dimanfaatkan mendukung program SFV tersebar di tiga desa yakni Desa Penyabangan, Desa Sumberkima dan Desa Pejarakan.

Desa Penyabangan misalnya, saat ini menjadi fasilitas utama perbenihan budidaya laut. Terdapat berbagai sarana dan prasarana penunjang budidaya, di antaranya empat kolam 100 meter kubik dan empat kolam berukuran lebih kurang 20 meter kubik, untuk penyediaan induk dan pemeliharaan induk (broodstock center); hatchery perbenihan ikan laut (larval rearing); fasilitas pendederan ikan laut (nursery) yang menghasilkan benih berbagai ukuran; hingga laboratorium khusus pakan alami dari spesies laut untuk kultur murni maupun kultur masa

Kegiatan lainnya yakni pemeliharaan benih dan pendederan kakap putih dan ikan kerapu. Benih kakap putih yang dihasilkan rata – rata mencapai 87.000 ekor/siklus, sedangkan kerapu menghasilkan 39.500 ekor per siklus. SFV BBRBLPP di Desa Penyabangan juga menyediakan induk kepiting atau rajungan untuk pembenihan dan penyediaan pakan alami untuk mendukung usaha perbenihan baik skala murni maupun massal.

Di Desa Sumberkima, menjadi lokasi Instalasi Karamba Jaring Apung (KJA), yang ditunjang dengan 16 KJA High Density Polyethylene (HDPE). Kegiatan yang tengah berjalan saat ini adalah budidaya pembesaran 7.700 ekor kakap putih, hasil pembenihan atau pendederan Hatchery Desa Penyabangan.

Sedangkan di Desa Pejarakan berupa Instalasi Tambak Pejarakan berisi 13 petak dengan luasan 65.500 m2 dan 39.500 m2, yang dimanfaatkan untuk pembesaran 2.600 ekor ikan kerapu, pembesaran 6.500 ekor ikan kakap putih dan pembesaran udang vaname yang telah menghasilkan hampir 1 ton pada satu siklus dan saat ini tengah dilakukan penebaran kembali sejumlah 350 ribu benur vanname.

"Seluruh aset dan produksinya kami manfaatkan seoptimalkan mungkin sebagai layanan perikanan kepada masyarakat khususnya para pembudidaya. Layanan inilah yang menjadi masukan bagi negara melalui skema PNBP," terang Nyoman.

Selain optimalisas aset, lanjut Nyoman, program SFV di Gondol juga mencakup pendidikan, pelatihan dan penyuluhan bagi para pembudidaya, hingga kegiatan konservasi.

Dari sisi pelatihan, BBRBLPP telah melaksanakan Pelatihan Manajemen Usaha Budidaya Bandeng di Desa Penyabangan bersama EXIM Bank (LPEI), Kementerian Keuangan, serta pembentukan satu kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) baru, yakni Pokdakan Bintang Samudera yang fokus pada plasma nutfah.

Sementara pada kegiatan konservasi, hasil program SFV di Gondol di antaranya berupa ratusan ribu telur kakap putih dan telur bandeng disalurkan sebagai bantuan untuk pokdakan di Desa Penyabangan serta dilepasliarkan di perairan Jembrana.

Sebagai informasi, program SFV KKP sejauh ini telah dilaksanakan di 22 lokasi berbasis UPT maupun desa. Berbeda dengan UPT, SFV berbasis desa berupa penyiapan fasilitas teknologi hingga pendampingan kegiatan produksi serta manajemen usaha yang dilaksanakan KKP untuk membantu masyarakat perikanan dalam meningkatkan produksi komoditas unggulan di desa tujuan.

Foto: Istimewa