Menkominfo-Ant Group Bahas Kerja Sama Akselerasi Ekonomi Digital

: Menkominfo Budi Arie Setiadi (tengah kiri) didampingi Kepala BPSDM Kominfo Hary Budiarto dan Staf Khusus Menteri Sarwoto dan Presiden Grup Bisnis Internasional Ant Financial Group, Yang Peng (tengah kakak) beserta timnya di Kantor Kementerian Kominfo (Wahyu Sudoyo/InfoPublik)


Oleh Wahyu Sudoyo, Jumat, 19 April 2024 | 18:49 WIB - Redaktur: Untung S - 1K


Jakarta, InfoPublik – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie dan Presiden Grup Bisnis Internasional Ant Financial Group, Yang Peng, membahas kerja sama akselerasi ekonomi digital di Indonesia melalui teknologi finansial atau financial technology (fintech).

"ANT Financial Group itu bersedia untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk mengakselerasi digital ekonomi khususnya lewat digital payment dan fintech di Indonesia," kata Menkominfo dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, pada Jumat (19/4/2024). 

Budi Arie menjelaskan, dalam pertemuannya dengan pimpinan raksasa fintech asal Tingkok itu, kedua pihak berdiskusi mengenai tiga hal, yakni pembangunan fasilitas joint-lab atau laboratorium bersama, penguatan kontribusi untuk program pengembangan talenta digital melalui Digital Talent Scholarship (DTS) dan Digital Talent Academy (DTA), dan membahas tata kelola data lintas batas yang aman.

Ant Group dipastikan berkomitmen untuk memfokuskan dukungannya pada pengembangan bisnis dan talenta digital dari pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) atau Small Medium Enterprises (SMEs).

Dalam hal itu, kolaborasi terkait joint-lab dan program talenta digital akan difokuskan bagi digitalisasi pelaku UKM di Indonesia.

"Konsentrasi kita kan ke sana supaya transformasi digital ini bisa berlangsung dengan baik juga, menyangkut dengan UMKM dan juga bagaimana mengakselerasi digital ekonomi," jelasnya.

Presiden Grup Bisnis Internasional Ant Financial Group, Yang Peng, menambahkan, pihaknya akan membantu fasilitas yang dapat mendukung pengembangan usaha pelaku UKM di Indonesia.

Laboratorium bersama yang akan dibangun Ant Group di Indonesia ini dinilai memiliki tiga keunggulan, mulai dari membuat teknologi finansial yang semakin inklusif bagi pelaku UKM, mendukung hadirnya kolaborasi data lintas batas yang aman, serta menguatkan keamanan di tengah meningkatnya adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Sejauh ini kami ingin joint-lab ini kami berbagi teknologi dan membantu institusi finansial di Indonesia untuk meningkatkan bisnis mereka dan menyelamatkannya dari penipuan berbasis AI di era ini. Saya kira hadirnya joint-lab itu dapat jadi tulang punggung yang membantu industri tekfin di Indonesia," tandas Yang Peng.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Minggu, 19 Mei 2024 | 15:16 WIB
Elon Musk Jadi Tamu Undangan World Water Forum ke-10
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Minggu, 19 Mei 2024 | 08:54 WIB
Menkominfo: Kemajuan Digital Perlu Perhatikan Aspek Pemerataan
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Sabtu, 18 Mei 2024 | 23:14 WIB
Gedung Baru Lengkapi Transformasi STMM "MMTC" Yogyakarta
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Sabtu, 18 Mei 2024 | 23:17 WIB
Ratusan Jurnalis Antusias Meliput World Water Forum ke-10 di Bali
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Sabtu, 18 Mei 2024 | 23:22 WIB
Menkominfo: Persiapan World Water Forum ke-10 di Bali sudah Mantab