Konsorsium Hutama Karya - HKI akan Bangun Jalan Trans Papua

: Lokasi pembangunan jalan trans papua (dok Hutama Karya)


Oleh Wahyu Sudoyo, Sabtu, 20 April 2024 | 00:27 WIB - Redaktur: Taofiq Rauf - 182


Jakarta, InfoPublik – Pengerjaan Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena segmen Mamberamo-Elelim di Provinsi Papua Pegunungan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan dilakukan melalui konsorsium PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Mekanisnya adalah melalui skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) setelah menjadi pemenang lelang.

“Proyek ini akan memiliki masa konsesi selama 15 tahun yang terdiri dari dua tahun masa konstruksi dan 13 tahun masa pemeliharaan,” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (19/4/2024).

Adjib menjelaskan, proyek Badan Usaha Milik NEgara (BUMN) karya ini sebelumnya telah dikaji sejak pencarian pasar terhadap proyek KPBU Trans Papua pada 6 September 2022 lalu dengan nilai investasi atau Capital Expenditure (CAPEX) mencapai Rp 3,3 triliun serta skema pengembalian yang akan digunakan berupa Availability Payment.

Dalam proyek ini, konsorsium Hutama Karya dengan porsi 55 persen dan HKI 45 persen akan mengerjakan perencanaan serta pengembangan rancangan teknis dan konseptual (design), pembangunan hingga penyelesaian proyek (build), menyiapkan sumber pembiayaan proyek (finance), mengoperasikan proyek setelah selesai dibangun (operate), kegiatan pemeliharaan, perawatan dan perbaikan selama masa operasional (maintenance), hingga pengembalian kepemilikan atau pengelolaan proyek kepada pemerintah setelah 15 tahun (transfer).

“Proyek KPBU Trans Papua ini merupakan jalur transportasi utama logistik dari Jayapura menuju Wamena dengan panjang 50,14 kilometer (km),” ungkapnya.

Adapun lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan antara lain penanganan jalan, jembatan, perbaikan lereng dan tebing, serta pembangunan fasilitas penimbangan.

Pada tahap selanjutnya, konsorsium HK dan HKI akan membentuk perusahaan bersama yang berperan sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) proyek KPBU Trans Papua selama masa konsesi.

“Hal ini akan diawali dengan melakukan penandatanganan perjanjian KPBU dengan Kementerian PUPR sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK),” imbuh EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Menurut Adjib, proyek KPBU Trans Papua ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki aksesibilitas dan konektivitas serta memperluas jaringan jalan yang akan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua.

“Proyek ini akan menjadi langkah besar dalam upaya pengembangan infrastruktur di Papua dan diharapkan dapat membawa dampak signifikan di wilayah tersebut,” tutup Adjib.

Sekedar informasi, selain Trans Papua, Hutama Karya saat ini tengah menggarap beberapa proyek dengan skema KPBU, seperti pengembangan terhadap fasilitas pelabuhan eksisting secara komersial pada Pelabuhan Anggrek Gorontalo milik Kementerian Perhubungan serta proyek pengembangan Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi, di Jawa Barat bersama PT Indonesia International Automotive Proving Ground .

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Rabu, 22 Mei 2024 | 22:04 WIB
Global Water Fund Siap Atasi Permasalah Air Negara Anggota
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Selasa, 21 Mei 2024 | 20:23 WIB
Total Peserta World Water Forum ke-10 Tembus 46 Ribu Orang Lebih
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Selasa, 21 Mei 2024 | 11:27 WIB
Hutama Karya Pamer Bangun 17 Bendungan di World Water Forum ke-10
  • Oleh Wahyu Sudoyo
  • Sabtu, 18 Mei 2024 | 23:22 WIB
Menkominfo: Persiapan World Water Forum ke-10 di Bali sudah Mantab