Presiden Apresiasi Inovasi MA Dorong Percepatan Transformasi Hukum

: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Sidang Istimewa dengan agenda tunggal Penyampaian Laporan Tahunan (Laptah) Mahkamah Agung (Foto: Dok MA)


Oleh Pasha Yudha Ernowo, Rabu, 21 Februari 2024 | 15:16 WIB - Redaktur: Untung S - 129


Jakarta, InfoPublik – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemerintah mengapresiasi inovasi-inovasi Mahkamah Agung (MA) dalam mendorong percepatan transformasi hukum.

Di antaranya berupa peningkatan penggunaan system e-court, pengembangan decision support system (DSS) berbasis artificial intelegence, yang akan mempermudah konsistensi putusan merujuk pada putusan adil yang ada sebelumnya.

Menurut Presiden, rakyat Indonesia mengapresiasi terhadap komitmen keterbukaan kepada publik. Sudah ada 22 ribuan putusan telah dipublikasikan dalam Direktori Putusan yang bisa diakses oleh publik.

“Saya mendapat laporan bahwa MA pada 2023 berhasil memutus 99,47 persen perkara yang masuk. Ini merupakan perkembangan yang sangat bagus,” ujar Presiden Jokowi seperti dikutip dari keterangan tertulis MA Rabu (21/2/2024) terkait Sidang Istimewa dengan agenda tunggal Penyampaian Laporan Tahunan  (Laptah) Mahkamah Agung (MA), Selasa (20/2/2024).

Ia menyambut baik reformasi internal yang dilakukan oleh MA untuk menegakkan prinsip rule of law dan good governance dan meningkatkan kinerja pengadilan di seluruh Indonesia secara berkelanjutan. “Reformasi sistem hukum ini jadi bagian penting bagi kemajuan bangsa Indonesia,” papar Presiden.

Presiden juga mengutarakan harapan masyarakat kepada peradilan semakin tinggi, masyarakat menuntut jaminan keadilan, masyarakat semakin kritis terhadap proses peradilan dan semakin terbuka menyampaikan penilaiannya.

“Di tengah-tengah tantangan itu, integritas adalah pilar utama, bukan hanya bagi hakim agung tetapi seluruh hakim di Indonesia, seluruh panitera, ASN dan pegawai MA,” jelas Presiden Jokowi.

Lanjut Kepala Negara, MA pasti akan menjadi rujukan para hakim, menjadi tauladan bagi hakim di seluruh Indonesia dan menjadi harapan keadilan bagi masyarakat. Baginya, Kualitas SDM Hakim adalah kunci, integritasnya, profesionalitasnya, kepekaannya terhadap keadilan masyarakat, kepekaannya terhadap perkembangan zaman termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Oleh karena itu, inovasi harus menjadi bagian dari reformasi bukan hanya  mengadopsi teknologi baru tetapi juga perspektif dan sensitifitas dalam menyelesaikan perkara hukum, misalnya penerapan sistem restorative justice sebagai terobosan penyelesaian perkara,” tutup Kepala Negara.

 

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Rabu, 10 April 2024 | 18:55 WIB
Lapor Kondisi Penanganan Bencana di Sumbar, Mahyeldi Surati Jokowi
  • Oleh Tri Antoro
  • Minggu, 7 April 2024 | 21:24 WIB
Ini Empat Diktum Keppres Penetapan Keanggotaan Indonesia di FATF
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Kamis, 4 April 2024 | 11:53 WIB
Resmikan Inovasi PT DKI Jakarta, Ketua Ma Ajak Aparatur Peradilan Kerja Ikhlas
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Selasa, 2 April 2024 | 17:35 WIB
Sepanjang 2023, Komisi Yudisial Terima 3.593 Laporan
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Kamis, 28 Maret 2024 | 04:53 WIB
KPK Cegah Satu Pihak, Terkait TPPU Sekma Hasbi Hasan
  • Oleh MC PROV SULAWESI TENGAH
  • Rabu, 27 Maret 2024 | 16:31 WIB
Presiden Jokowi Resmikan Gedung AMC, UIN Datokarama, dan Huntap di Palu