Banyaknya Manfaat Vaksinasi HPV dan Skrining Dini Kanker Leher Rahim

: Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan serta Konsultan Onkologi Muhammad Yusuf mengatakan terdapat 408.661 kasus kanker leher rahim baru di dunia dan diperkirakan terdapat 242.988 kematian pada 2022/Foto: Tangkapan layar Yotube Kemenkes


Oleh Putri, Minggu, 25 Februari 2024 | 07:26 WIB - Redaktur: Untung S - 105


Jakarta, InfoPublik - Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan penyebab utama kanker yang menduduki nomor empat pada wanita diseluruh dunia dan Indonesia saat ini masuk peringkat kedua.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan serta Konsultan Onkologi Muhammad Yusuf mengatakan vaksinasi HPV dan skrining dini kanker leher rahim banyak manfaatnya dalam upaya pencegahan kanker leher rahim.

"Bagi yang melakukan vaksinasi dibawah usia 17-28 tahun, angka kejadian kankernya amat sangat rendah, dibawah lima persen," kata dr. Yusuf seperti yang dikutip InfoPublik Sabtu (24/2/2024).

Sedangkan yang melakukan vaksinasi di usia 17-30 tahun, kejadian kanker leher rahimnya sedikit lebih tinggi dari yang mendapatkan vaksinasi HPV dibawah usia 17 tahun. Semakin muda jika melakukan vaksinasi, maka imunogenitasnya akan semakin baik.

Menurut dr. Yusuf level proteksi antibodi yang diingat tubuhnya ketika mendapatkan vaksin dan ketika ada infeksi baru, tubuh akan mengingat serta menghajar antigen yang masuk dengan lebih baik.

Untuk yang tidak mendapatkan vaksinasi HPV, dr. Yusuf mengatakan maka angka kejadian kanker leher rahim akan meningkat bahkan hampir 90 persen akan mendapatkan kanker selama hidupnya.

Terdapat 408.661 kasus kanker leher rahim baru di dunia dan diperkirakan terdapat 242.988 kematian pada 2022. Penyababnya karena sebanyak 70 persen kanker leher rahim didiagnosa saat stadium lanjut.

"Jika sudah stadium lanjut, maka tingkat fatalitasnya hampir 95 persen. Kita tidak punya peluru yang dapat menekan kanker ini berkembang. Faktanya, 50 persen perempuan yang didiagnosa menderita kanker leher rahim dinyatakan meninggal dunia," kata dr. Yusuf.

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh Putri
  • Selasa, 23 April 2024 | 20:49 WIB
Lima Hal Ini Jadi Fokus Penanganan Penyakit Arbovirus
  • Oleh Putri
  • Selasa, 23 April 2024 | 20:48 WIB
Perempuan Harus Berdaya secara Ekonomi
  • Oleh Putri
  • Selasa, 23 April 2024 | 20:47 WIB
DAMRI Tambah Armada Baru Premium untuk Rute Menuju Lampung
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Selasa, 23 April 2024 | 20:40 WIB
Dalami Aliran Uang dan Biaya Angkut Distribusi APD, KPK Periksa Empat Saksi
  • Oleh Pasha Yudha Ernowo
  • Senin, 22 April 2024 | 19:51 WIB
Empat Saksi Diperiksa KPK terkait Korupsi Pengadaan APD di Kemenkes