Dinas P2PA Provinsi Gorontalo Terus Berupaya Cegah Perkawinan Dini

: Sesi foto setelah Dinas P2PA Provinsi Gorontalo menandatanganani pakta integritas pencegahan perkawinan anak, di Ballroom GrandQ Hotel, Kota Gorontalo, Jumat (22/3/2024). (Foto: istimewa)


Oleh MC PROV GORONTALO, Minggu, 24 Maret 2024 | 12:21 WIB - Redaktur: Bonny Dwifriansyah - 138


Kota Gorontalo, InfoPublik - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Provinsi Gorontalo terus berupaya mencegah praktik perkawinan dini di wilayah Gorontalo.

Kepala Dinas P2PA Yana Yanti Suleman menegaskan komitmen mereka dalam menangani masalah itu karena telah lama menjadi perhatian serius di kalangan masyarakat.

Menurut Yana, praktik perkawinan dini memiliki dampak yang serius terhadap kesejahteraan anak dan remaja, termasuk risiko kesehatan fisik dan mental, putus sekolah, serta ketidakstabilan ekonomi.

Karena itu, kata dia, Dinas P2PA Provinsi Gorontalo terus mengembangkan program-program pencegahan yang berfokus pada edukasi, kesadaran, dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu langkah yang diambil adalah meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan dan perlindungan anak melalui kampanye publik, seminar, dan lokakarya yang melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari orang tua, guru, tokoh masyarakat, hingga pemuka agama.

Yana berharap, dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, pesan-pesan mengenai bahaya perkawinan dini dapat tersampaikan dengan lebih efektif.

“Kami terus berupaya keras untuk mencegah perkawinan dini di Provinsi Gorontalo melalui berbagai program dan kegiatan edukasi yang ditujukan kepada masyarakat. Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan perlindungan anak, kita dapat mengurangi angka perkawinan dini dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda,” ujar Yana, Sabtu (23/3/2024).

Lebih lanjut, Yana mengungkapkan bahwa Dinas P2PA Provinsi Gorontalo juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait dan organisasi non-pemerintah untuk menyediakan layanan konseling, bantuan hukum, dan dukungan psikososial bagi individu yang rentan terhadap perkawinan dini, serta bagi mereka yang telah menjadi korban dari praktik tersebut.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan perkawinan dini bukanlah tugas yang mudah. Tapi dengan kerja sama yang solid dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, mereka yakin dapat membuat perubahan positif yang signifikan dalam melindungi hak-hak anak dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk mendukung implementasi program-program perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di tingkat lokal.

Dengan langkah-langkah yang berkelanjutan dan komprehensif, Dinas P2PA Provinsi Gorontalo optimistis bahwa mereka dapat membawa perubahan yang nyata dalam memerangi praktik perkawinan dini dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi anak-anak dan remaja di wilayah Gorontalo. (mcgorontaloprov/war)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KAB DONGGALA
  • Kamis, 16 Mei 2024 | 23:09 WIB
Ceting Deng Tari, Solusi Sederhana untuk Masalah Kesehatan Anak Baduta
  • Oleh MC Kota Payakumbuh
  • Selasa, 14 Mei 2024 | 23:56 WIB
Pemko Payakumbuh Dukung HIMPAUDI Tingkatkan Kompetensi Pendidikan
  • Oleh MC KAB AGAM
  • Kamis, 9 Mei 2024 | 05:17 WIB
Dedikasi Kader Posyandu Mewujudkan Kesehatan Ibu Hamil dan Anak
  • Oleh MC PROV GORONTALO
  • Jumat, 3 Mei 2024 | 15:37 WIB
Provinsi Gorontalo Jadi yang Terbaik Nasional dalam Penimbangan Anak Balita
  • Oleh MC KOTA PADANG PANJANG
  • Selasa, 7 Mei 2024 | 07:27 WIB
Cegah Dampak Buruk, Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Harus Cepat Ditangani
  • Oleh MC KOTA BANDA ACEH
  • Kamis, 25 April 2024 | 15:26 WIB
Tujuh Kali Dapat Penghargaan, Dua Langkah Lagi Banda Aceh jadi Kota Layak Anak