10 Desa dan Nagari Ikuti Seleksi PJA Tahun 2024 Tingkat Provinsi Sumbar

: Seleksi Paralegal Justice Award (PJA) Tingkat Provinsi Sumbar Tahun 2024 (Foto: MC Padang)


Oleh MC KOTA PADANG, Rabu, 24 April 2024 | 16:51 WIB - Redaktur: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan - 130


Padang, InfoPublik - Sebanyak 10 Desa/ Nagari di Provinsi Sumatra Barat mengikuti seleksi Paralegal Justice Award (PJA) Tahun 2024 di hari pertama, yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar, Senin (22/4/2024).

PJA ini merupakan program dari Kementerian Hukum dan HAM melalui Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN).

Kesepuluh Desa/ Nagari tersebut berasal dari Kabupaten Agam yang diikuti sebanyak 2 desa, Kabupaten Padang Pariaman yang diikuti sebanyak 6 Desa, dan Kota Padang yang diikuti sebanyak 2 Desa.

Seleksi tersebut melibatkan berbagai instansi terkait selaku Panitia Seleksi Daerah (Panselda), yaitu Biro Hukum Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, dan Pengadilan Tinggi Padang.

Sebagai memimpin dari jalannya seleksi, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar, Ruliana Pendah Harsiwi mengatakan pelaksanaan seleksi tingkat provinsi dilakukan mulai tanggal 22 April hingga 25 April mendatang. Desa/ Nagari yang lolos pada tahap provinsi merupakan Desa/ Nagari yang mendapatkan nilai minimal yang telah ditentukan.

"Peserta yang dinyatakan lolos pada seleksi daerah provinsi dan seleksi oleh panitia seleksi nasional yang akan dilaksanakan hingga Mei mendatang," katanya.

Lebih lanjut, Ia juga menyampaikan bahwa hasil seleksi nasional rencananya akan diumumkan pada pertengahan Bulan Mei 2024.

Dalam tahapan seleksi, Panselda melakukan pemeriksaan dan menilai bukti pengalaman dalam sengketa berdasarkan kompleksitas kasus yang terbagi atas kompleksitas kasus rendah, ringan, sedang, dan berat malalui wawancara secara eksklusif terhadap peserta.

“Kompleksitas kasus rendah diberikan apabila berkas substansi tidak teridentifikasi atau tidak sesuai dengan konteks penyelesaian sengketa," ujarnya.

Untuk kompleksitas kasus ringan yaitu permasalahan antar masyarakat dalam suatu desa seperti kenakalan remaja, sengketa waris, hibah, perselisihan antar saudara, dan lain sebagainya.

Dalam kasus sedang, lanjutnya, diberikan terkait permasalahan antar masyarakat, lintas desa, atau warga pendatang.

“Sengketa pada kasus sedang berupa kepemilikkan tanah, pelanggaran hukum adat, perselisihan, dan pengeroyokan," jelasnya.

Kemudian pada kasus yang berat adalah permasalahan struktural yang berkaitan antara desa dengan pemerintah atau badan usaha, contohnya permasalahan pada bidang sumber daya alam, lingkungan, diskriminasi, hingga pelanggaran unsur SARA.

Pada seleksi PJA ini terdapat 2 (dua) kategori penilaian, yaitu kategori Non Litigation Peacemaker (NLP) dan kategori Anubhawa Sasana Jagaddhita (ASJ).

Pada kategori NLP, terdapat 4 (empat) indikator penilaian, yaitu; pengalaman dalam penyelesaian sengketa dengan bobot nilai sebesar 25 persen; Kebijakan yang SIAP (Solutif, Inklusif, Akomodatif, dan Partisipatif) dengan bobot nilai sebesar 25 persen; Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dengan bobot nilai sebesar 25 persen; dan Inovasi dalam penyelesaian sengketa dengan bobot nilai sebesar 25 persen. 

Sedangkan pada kategori ASJ, terdapat 7 (tujuh) indikator penilaian, yaitu; Upaya menciptakan dan menumbuhkan lapangan kerja dengan bobot nilai sebesar 10 persen; Upaya program pemberdayaan masyarakat dalam mendorong UMKM dengan bobot nilai 10 persen; Pengelolaan potensi alam wisata budaya dengan nilai 10 persen; Kegiatan penyuluhan hukum dengan bobot 10 persen; Kelompok keluarga sadar hukum dengan bobot nilai sebesar 10 persen; Kebijakan yang TUMBUH (Transparan, Unggulan, Mandiri, Berdaya, Unik, Harmonis) dengan bobot 30 persen; dan Inovasi dalam menciptakan dan menumbuhkan lapangan kerja, investasi dan pariwisata dengan bobot sebesar 20 persen. 

Untuk diketahui, seleksi pada tahap provinsi ini diikuti oleh sebanyak 48 desa/ nagari yang terdiri dari 47 desa/ nagari pada kategori NLP dan sebanyak 30 desa/ nagari pada kategori ASJ. (MC Padang/Marajo)

 

Berita Terkait Lainnya

  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Kamis, 23 Mei 2024 | 08:35 WIB
DPRD Kota Padang Menyetujui Dua Ranperda
  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Kamis, 23 Mei 2024 | 08:34 WIB
Pj Wali Kota: Gunakan Produk IKM Kota Padang
  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Kamis, 23 Mei 2024 | 08:07 WIB
MABI dan Pengurus Kwartir Ranting 11 Kecamatan Kota Tangah Dikukuhkan
  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Kamis, 23 Mei 2024 | 08:03 WIB
Kolaborasi dan Peran Masyarakat Kunci Penurunan Stunting di Padang
  • Oleh MC KOTA PADANG
  • Rabu, 22 Mei 2024 | 10:37 WIB
Pembeli Sapi Qurban Banyak dari Kota Padang